Pati Bumi Mina Tani

Terbaru

12 Pilar Keutamaan Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh

Pendidikan karakter utuh dan menyeluruh menawarkan beberapa alternatif pengembangan keutamaan untuk membentuk karakter individu menjadi pribadi berkeutamaan. Pilihan prioritas keutamaan itu didasarkan pada tiga matra pendidikan karakter yang menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan karakter utuh dan menyeluruh, yaitu matra individua, matra sosial, dan matra moral. 12 Pilar Keutamaan menurut Doni Koesoema A adalah sebagai berikut:

1. Penghargaan terhadap tubuh

Penghargaan terhadap tubuh merupakan keutamaan fundamental yang perlu dikembangkan dalam diri setiap orang. Penghargaan terhadap tubuh termasuk di dalamnya kesediaan dan kemampuan individu menjaga dan merawat kesehatan jasmani tiap individu. Kesehatan jasmani merupakan salah satu bagian penting bagi pembentukan keutamaan. Pendidikan karakter mesti memprioritaskan tentang bagaimana individu dapat menjaga tubuhnya satu sama lain, tidak merusaknya, melainkan membuat keberadaan tubuh tumbuh sehat sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan kodratnya. Penghargaan terhadap tubuh merupakan ekspresi diri individu untuk menjadi perawat dan pelindung satu sama lain. Individu mesti menumbuhkan dalam dirinya sendiri keinginan untuk merawat tubuh diri dan orang lain, termasuk pertumbuhan psikologis dan emosionalnya.

2. Transendental

Pengembangan keutamaan transendental, baik itu yang sifatnya religius, keagamaan, maupun yang sublim, seperti kepekaan seni, apresiasi karya-karya manusia yang membangkitkan refleksi serta kemampuan untuk memahami kebesaran yang Illahi merupakan dasar bagi pengembangan pembentukan karakter. Setiap individu dianugerahi kepekaan akan sesuatu yang lembut, halus, yang bekerja secara rohani mendampingi manusia, kepekaan akan sesuatu yang adikodrati. Kepekaan akan yang Kudus, yang transenden, yang baik, yang indah, baik itu dalam diri manusia maupun di alam, merupakan salah satu sarana untuk membentuk individu menjadi pribadi berkeutamaan.

3. Keunggulan akademik

Keunggulan akademik adalah tujuan dasar sebuah lembaga pendidikan. Keunggulan akademik berbeda dengan sekedar lulus ujian. Keunggulan akademik mencakup di dalamnya, cinta akan ilmu, kemampuan berpikir kritis, teguh pada pendirian, serta mau mengubah pendirian itu setelah memiliki pertimbangan dan argumentasi yang matang, memiliki keterbukaan akan pemikiran orang lain, berani terus menerus melakukan evaluasi dan kritik diri, terampil mengomunikasikan gagasan, pemikiran, melalui bahasa yang berlaku dalam ruang lingkup dunia akademik, mengembangkan rasa kepenasaranan intelektual yang menjadi kunci serta pintu pembuka bagi hadirnya ilmu pengetahuan. Dari kecintaan akan ilmu inilah akan tumbuh inovasi, kreasi dan pembaharuan dalam bidang keilmuan.

4. Penguasaan diri

Penguasaan diri merupakan kemampuan individu untuk menguasai emosi dan perasaannya, serta mau menundukkan seluruh dorongan emosi itu pada tujuan yang benar selaras dengan panduan akal budi. Penguasaan diri termasuk di dalamnya kesediaan mengolah emosi dan perasaan, mau menempatkan kecondongan rasa perasaan sesuai dengan konteks dan tujuan yang tepat sebagaimana akal budi membimbingnya. Penguasaan diri termasuk di dalamnya kemampuan individu dalam menempatkan diri, bertindak dan berkata-kata secara bijak dalam ruang dan waktu yang tertentu.

5. Keberanian

Keberanian merupakan keutamaan yang memungkinkan individu mampu melakukan sesuatu dan merelisasikan apa yang dicita-citakannya. Keberanian termasuk di dalamnya kesediaan untuk berkorban demi nilai-nilai yang menjadi prinsip hidupnya, tahan banting, gigih, kerja keras, karena individu tersebut memiliki cita-cita luhur yang ingin dicapai dalam hidupnya. Keberanian merupakan dorongan yang memungkinkan individu mewujudnyatakan dan merealisasikan impiannya.

6. Cinta kebenaran

Cinta akan kebenaran merupakan dasar pembentukan karakter yang baik, bukan sekedar sebagai seorang pembelajar, melainkan juga sebagai manusia. Manusia merindukan kebenaran dan dengan akal budinya manusia berusaha mencari, menemukan dan melaksanakan apa yang diyakini sebagai kebenaran. Prinsip berpegang teguh pada kebenaran mesti diterapkan bagi praksis individu maupun dalam kehidupan bersama. Cinta akan kebenaran yang sejati memungkinkan seseorang itu berani mengorbankan dirinya sendiri demi kebenaran yang diyakininya. Sebab, keteguhan nilai-nilai akan kebenaran inilah yang menentukan identitas manusia sebagai pribadi berkarakter.

7. Terampil

Memiliki berbagai macam kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan, bagi bagi perkembangan individu maupun dalam kerangka pengembangan profesional menjadi syarat utama pengembangan pendidikan karakter yang utuh. Memiliki kemampuan dasar berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, kompeten dalam bidang yang digeluti merupakan dasar bagi keberhasilan hidup di dalam masyarakat. Melalui kompetensinya ini seorang individu mampu mengubah dunia.

8. Demokratis

Masyarakat global hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Ada kebutuhan untuk saling membutuhkan, bahu membahu satu sama lain. Masyarakat tidak dapat hidup secara tertutup sebab keterhubungan satu sama lain itu merupakan kondisi faktual manusia. Karena itu, setiap individu mesti belajar bagaimana hidup bersama, mengatur tatanan kehidupan secara bersama, sehingga inspirasi dan aspirasi individu dapat tercapai. Demokrasi mengandaikan bahwa individu memiliki otonomi dalam kebersamaan untuk mengatur kehidupannya sehingga individu dapat bertumbuh sehat dalam kebersamaan. Demokrasi termasuk di dalamnya pengembangan dan penumbuhan semangat kebangsaan.

9. Menghargai perbedaan

Perbedaan adalah kodrat manusia. Menghargai perbedaan merupakan sikap fundamental yang mesti ditumbuhkan dalam diri individu. Terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, menghargai perbedaan mesti ditumbuhkan dalam diri tiap individu, karena negara kita ini berdiri karena para pendiri bangsa ini menghargai perbedaan, dan dalam perbedaan itu mereka ingin mempersatukan kekuatan dan tenaga dalam membangun bangsa.

10. Tanggung jawab

Tanggungjawab merupakan unsur penting bagi pengembangan pendidikan karakter karena terkait dengan ekspresi kebebasan manusia terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Tanggung jawab ini memiliki tiga dimensi, yaitu tanggungjawab kepada (relasi antara individu dengan orang lain), tanggungjawab bagi (hubungan individu dengan dirinya sendiri), serta tanggungjawab terhadap (hubungan individu terkait dengan tugas dan tanggungjawabnya di dalam masyarakat).

11. Keadilan

Bersikap adil, serta mau memperjuangkan keadilan adalah sikap dasar pribadi yang memiliki karakter. Keadilan penting untuk diperjuangkan karena manusia memiliki kecenderungan untuk antisosial. Untuk itulah diperlukan komitmen bersama agar masing-masing individu dihargai. Dalam konteks hidup bersama, keadilan menjadi jiwa bagi sebuah tatanan masyarakat yang sehat, manusiawi dan bermartabat. Tanpa keadilan, banyak hak-hak orang lain dilanggar.

12. Integritas moral

Integritas moral merupakan sasaran utama pembentukan individu dalam pendidikan karakter. Integritas moral inilah yang menjadikan masing-masing individu dalam masyarakat yang plural mampu bekerjasama memperjuangkan dan merealisasikan apa yang baik, yang luhur, adil dan bermartabat bagi manusia, apapun perbedaan keyakinan yang mereka miliki. Integritas moral memberikan penghargaan utama terhadap kehidupan, harkat dan martabat manusia sebagai mahluk ciptaan yang bernilai dan berharga apapun keadaan dan kondisinya. Kehadiran individu yang memiliki integritas moral menjadi dasar bagi konstruksi sebuah tatanan masyarakat beradab. Integritas moral muncul jika individu mampu mengambil keputusan melalui proses pertimbangan rasional yang benar, dan melaksanakannya dalam tindakan secara bijak, sesuai dengan konteks ruang dan waktu tertentu. Integritas moral termasuk di dalamnya kemampuan individu untuk membuat kebijakan praktis yang bermakna bagi hidupnya sendiri dan orang lain

Guru…teruslah belajar!

Guru setidaknya diidentikkan dengan dua defenisi berikut. Pertama, dipandang dari sudut etimologis, guru berasal dari Bahasa Sansekerta gu yang berarti kegelapan dan ru yang berarti membebaskan atau menyingkirkan. Jadi, dilihat dari makna asalinya guru bermakna menyingkirkan atau menghalau kegelapan.

Dalam terang pemahaman ini, benarlah jika ada adagium yang mengatakan bahwa guru itu pelita dalam kegelapan. Cahaya yang membersit dari pelita akan menghalau gelap dan menunjukkan jalan yang tepat untuk keluar dari jebakan ketidakberdayaan anak didik akibat kebodohan (Koesoema, 2009: xiii).

Kedua, guru juga sering dianggap sebagai akronim dari seseorang yang digugu dan ditiru. Guru adalah pribadi yang diteladani karena ia menunjukkan keutamaan-keutamaan (virtues) dalam praktek laku hidupnya. Guru hormat pada kejujuran, setia dalam ketekunan (persistence), luwes dalam bergaul dengan berbagai kalangan, memegang teguh kedisiplinan, dan mencintai anak didiknya.

Makhluk pembelajar

Menjadi guru tidaklah mudah. Sebagai pihak yang bertanggung jawab membantu generasi muda bangsa keluar dari pekatnya kegelapan (kebodohan) sekaligus menjadi pribadi yang layak diteladani maka seorang guru haruslah seorang makhluk pembelajar.

Andrias Harefa dalam bukunya berjudul Menjadi Makhluk Pembelajar (Penerbit Buku Kompas, 2000) mendefenisikan makhluk pembelajar sebagai setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting, yakni;

Pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya dengan selalu mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial seperti: Siapakah aku? Darimanakah aku datang? Kemanakah aku akan pergi? Apakah yang menjadi tanggung jawabku dalam hidup ini? Dan kepada siapakah aku percaya?;

Kedua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak dibanding-bandingkan dengan segala sesuatu yang bukan dirinya.

Berdasarkan defenisi yang dipaparkan di atas maka seorang guru harus selalu bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan eksistensialnya; Siapakah aku sebagai guru? Mengapa aku menjadi guru? Apakah tanggung jawabku sebagai guru? Apakah aku cukup setia mendampingi murid-muridku dalam ziarah mereka mencari ilmu? Apakah aku selalu berusaha mengaktualisasikan setiap potensi yang aku miliki untuk menolong anak didikku keluar dari cengkeraman kebodohan? Apakah aku menyisihkan waktu untuk membaca setiap hari? Atau berbagai pertanyaan lain.

Selain menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial di atas, laku hidup seorang guru harus menunjukkan bahwa ia layak diteladani. Laku hidup yang layak diteladani menuntut guru untuk mau berubah setiap hari. Namun, perlu disadari bahwa mengubah diri sendiri bukanlah pekerjaan membalik telapak tangan. Lebih mudah mengubah seorang siswa dengan kemampuan pas-pasan menjadi lebih pintar dan kompeten karena untuk mengubah pihak lain kita hanya perlu melakukan pendekatan persuasive sehingga mereka percaya dan menciptakan perubahan. Sementara untuk mengubah diri sendiri membutuhkan keberanian, jiwa besar dan kesabaran (Koesoema, 2009: 157).

Belajar adalah sebuah wujud gerak keluar. Karenanya bila mau belajar maka seorang guru harus keluar dari dirinya sendiri. Ini tentunya bertentangan dengan arus perkembangan dunia global yang semakin mementingkan diri sendiri. Keluar dari diri berarti bersiap kehilangan sesuatu yang sudah melekat erat dalam diri. Inilah yang membuat perubahan itu menjadi semakin sulit dan menjebak guru untuk mencintai apa yang sudah ada (konservatif) dan enggan melakukan perubahan.

Matinya Guru

Hakikat seorang guru adalah belajar. Jika dahulu kala, Rene Descartes mengatakan, saya berpikir maka saya ada, maka seorang guru mesti mengatakan pada dirinya, saya belajar maka saya ada. Karena itu apabila guru sudah berhenti belajar maka sebenarnya ia sudah tidak ada (mati).

Ada berbagai faktor yang menyebabkan seorang guru berhenti belajar. Dalam bukunya Pendidik Karakter di Zaman Keblinger, Doni Koesoema A. (2009) membeberkan enam factor yang menghambat seorang guru untuk belajar.

Pertama, jebakan rutinitas yang menuntut guru bekerja dalam keteraturan dan ritme yang jelas. Guru mesti mengikuti jadwal sekolah yang telah tersusun rapih seperti jadwal harian, kalender semester dan tahunan, ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, pertemuan dengan siswa, orang tua, rapat dewan guru dan berbagai aktivitas rutin lainnya.

Dinamika seperti ini berlangsung setiap tahun selama kurun waktu layanan sebagai guru. Sarason (1971) mengatakan bahwa rutinitas dan kejenuhan membuat guru jarang menemukan a sense of personal growth (pertumbuhan diri sebagai pribadi) dan terjebak dalam kemandekan sense of intellectual growth (pertumbuhan intelektual).

Kedua, kelelahan fisik yang terjadi akibat tuntutan minimal beban yang mengharuskan guru mengajar 24 jam per minggu. Belum lagi guru harus membawa pekerjaannya ke rumah demi memenuhi standar pelayanan yang baik sebab di sekolah guru sudah tidak memiliki waktu tambahan untuk mengoreksi pekerjaan siswa.

Dinamika seperti ini menguras tenaga guru dan membuat mereka tidak dapat lagi bergerak lincah dan kreatif. Kesehatan fisiknya menurun pelan-pelan sehingga layanannya juga bergerak menuju titik nadir.

Ketiga, tugas yang menggunung selain mengajar. Selain tugas utama yang terkait dengan kegiatan mengajar seperti hadir dalam berbagai rapat kenaikan, kelulusan, pertemuan perwalian, komunikasi dengan orang tua siswa, membuat soal-soal ulangan, mengoreksi hasil kerja dan portofolio siswa, mempersiapkan materi ajar, guru masih memiliki tanggung jawab lain di luar jam mengajar seperti mendampingi kegiatan ekstra kurikuler, moderator OSIS, pendamping kelompok penelitian remaja, kesenian, olahraga, music, seni, teater, pencinta alam, majalah dinding,panitia penerimaan siswa baru, dan banyak kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Tuntutan kerja sedemikian jelas mengurangi waktu guru untuk belajar dan mengembangkan diri.

Keempat, selalu memberi tanpa menerima. Memberi tanpa pamrih adalah hakikat guru. Saranson (1971) memandang bahwa sikap mulia guru yang hanya memberi ini akan menguras tenaga dan energy guru secara perlahan. Kegiatan pemberian diri ini menuntut tenaga, energy, waktu dan konsentrasi pemikiran yang tidak sedikit dan serentak mengurangi kesempatan untuk membekali diri dengan aktivitas-aktivitas belajar yang memperkaya pengetahuan dan keterampilan.

Kelima, tiada sosok manusia. Tugas sebagai guru yang menuntut terlalu banyak akan menghambat guru bertumbuh menjadi seorang manusia yang dewasa. Menurut Waller (Koesoema, 2009: 47), hambatan pertumbuhan guru ini terjadi karena hakikat pekerjaan guru itu sendiri berpotensi melanggengkan pemikiran infantilisme dalam diri mereka.

Kontak intensif dengan anak-anak yang merupakan tuntutan profesinya membuat guru harus beradaptasi dan cenderung berpikir sebagai anak-anak agar dapat memahami anak-anaknya dengan lebih baik. Ia mesti menghayati dan memahami anak-anak dengan lebih baik. Guru adalah manusia dewasa yang terikat dengan dunia anak-anak karena pola pikir, nilai-nilai dan perilaku anak-anak adalah bagian dari kesehariannya.

Keenam, burn-out. Rutinitas yang membelenggu kreativitas, tumpukan kerja yang menggunung, ancaman kesehatan fisik dan psikologis, kekuatiran proses penuaan serta karier yang macet bisa membuat guru paceklik semangat sehingga lelah dan letih secara fisik dan psikologis (burnout).

Kondisi sedemikian terjadi karena guru dipaksa untuk memberikan diri secara berlebihan di satu pihak sementara reward sebagai imbalan atas kinerjanya tidak setara. Akibatnya muncul perubahan yang lebih bersifat negative. Guru kehilangan konsentrasi, mengajar asal-asalan dan bersikap sangat mekanistik. Guru juga bias terjebak dalam pola pikir negatif, curiga, anti pembaruan, mudah marah dan cenderung mengambinghitamkan system dan orang dalam berbagai persoalan yang terjadi. Otomatis kondisi sedemikian tidak ideal untuk belajar.

Pilihan bebas

Memang tuntutan masyarakat dan Negara terhadap profesi guru sangat tinggi. Tuntutan sedemikian menghadapkan guru pada pilihan – pilihan yang makin menggerus energy, waktu dan kesempatannya untuk belajar dan mengembangkan diri.

Namun, guru juga masih merupakan pribadi otonom yang bebas menentukan pilihannya sendiri. Guru bebas menerima dan mengintegrasikan nilai-nilai dan harapan-harapan masyarakat dalam dirinya. Kekuatan cultural masyarakat dan legal Negara yang bersifat mengikat lebih merupakan panduan dalam membentuk identitas guru di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, setiap individu yang memilih menjadi guru hanya bisa bertumbuh dewasa dan bertanggungjawab jika ia menjadi manusia bebas. Hanya dengan itu guru bisa keluar dari kungkungan kesempitan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya.**

Adrianus Nongo Pengajar di SMKN 2 Kupang dan STIBA Cakrawala Nusantara, Kupang

Sumber: Timur Express

ALAMAT BLOG SISWA 8H 2011

1. ..>aDiNdA.*.LoVeRs<..
2. Adithya prima
3. poenya andhiini
4. anjar fajar blogg'erz
5. aviieska ajja
6. azizah tri hapsari
7. Pratiewul SMP 2 Pati
8. Dhimas Aprill
9. Dwi Angga Rizki's
10.Fahreza selalu benar
11. fannysweeteight
12. Arvyda Julvania
13.Latifia Wahyu
14.lina lyrahyra
15. Mahaputera
16. *..marcheLia LoVers..*
17. Mariiska
18. mohammad azka's blog
19. laely ithu maya
20. "rhema"
21. riska alvionita
22. ……. " Safira always love Mickey Mouse " ……
23. shovia_ditta
24. :* viiraa rara *:

Sumber Listrik Nirkabel

INILAH.COM, Cambridge – Peneliti Amerika Serikat (AS) berhasil membuat solusi baru memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik tanpa adanya kabel. Bagaimana?

Peneliti berhasil membuat ‘daun’ buatan dari silikon yang mampu menggunakan cahaya matahari guna memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen untuk memberi ‘makan’ sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

“Teteskan pada gelas, keluar dan taruh di bawah matahari, gelembung hidrogen dan oksigen akan mulai muncul,” ujar profesor Daniel Nocera dari MIT yang menciptakan alat ini.

Daun ini dapat memecahkan tantangan yang ada dalam tenaga surya, yakni cara menyimpan energi yang dihasilkan matahari agar bisa digunakan saat hari berawan.

Menggantikan mengisi ulang baterai, energi bisa disimpan sebagai gas oksigen dan hidrogen yang kemudian dipadukan dalam sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.

Selanjutnya, meningkatkan teknologi ini untuk menghasilkan cukup hidrogen dan oksigen untuk sel bahan bakar yang memberi listrik pada mobil atau rumah.

“Saya suka teknologi ini karena kesederhanaannya. Saya tak buruh kabel atau semacamnya. Itulah yang dilakukan daun, daun mengambil cahaya matahari dan membuat arus nirkabel seperti yang terjadi pada teknologi ini,” tutupnya seperti dilaporkan UPI. [mor]

Mencegah Penyakit Stroke

Salah satu penyakit yang sekarang ini banyak menyerang dan membunuh manusia selain penyakit Jantung adalah stroke. Mencegah stroke tidak sulit jika Anda mengambil tindakan pencegahan tertentu. Menurut asosiasi stroke nasional, pasien disarankan untuk mengetahui berikut:
• Berhenti merokok
• Minum alkohol
• Jauhkan tab pada tekanan darah dan mendapatkannya diperiksa sekali dalam setahun.
• Makan diet rendah lemak adalah sama pentingnya.
• Jauhkan cek pada masalah sirkulasi. Biarkan dokter Anda mengecek untuk itu termasuk risiko stroke.
• Mengambil langkah-langkah yang memadai untuk mengontrol diabetes.
• Membuat latihan merupakan bagian integral dari rutinitas harian Anda.
• Pergilah untuk memeriksa kolesterol.
• Fokus pada diet rendah garam.
• Cari gejala stroke dan terburu-buru untuk perhatian medis segera. Gejala termasuk penglihatan kabur, sakit kepala hebat, pusing, kelemahan dari wajah atau bahkan batas.
– Anda harus ingat bahwa tekanan darah tinggi adalah penyebab utama stroke.
Berikut adalah langkah-langkah tertentu untuk mencegah stroke:
• Anda harus mengontrol tekanan darah Anda. Get it diperiksa secara teratur dan jika diperlukan, mengambil langkah-langkah khusus untuk mengurangi itu. Menurunkan tekanan darah tinggi mengurangi risiko penyakit jantung serta stroke.
• Merokok secara langsung terkait dengan risiko stroke. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ada resiko yang lebih rendah mendapatkan stroke pada orang yang telah berhenti merokok dibandingkan dengan mereka yang masih merokok.
• berolahraga secara teratur senam ringan perlu membuat jantung lebih kuat dan meningkatkan sirkulasi. Ini akan membantu Anda mengendalikan berat badan. Menjadi semalam memberikan kontribusi terhadap resiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung serta diabetes. Latihan fisik seperti joging, berenang, berjalan, melompat, yoga dan kebun mengurangi risiko, baik stroke dan penyakit jantung.
• Fokus pada diet yang sehat. Anda perlu fokus pada makan berbagai buah-buahan dan sayuran.
• Anda harus mengontrol diabetes Anda. Dalam kasus ini, penyakit ini tidak diobati, ia dapat merusak pembuluh darah ke seluruh tubuh dan akhirnya menyebabkan aterosklerosis.
Gaya hidup menetap dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti peningkatan tekanan darah, berat badan dan hasil kadar kolesterol buruk. Anda harus lebih berhati-hati tentang mengambil banyak waktu untuk berolahraga.
Kegemaran teratur dalam aktivitas fisik akan membantu Anda melawan penyakit jantung serta stroke. Namun, juga penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum terlibat dalam segala macam aktivitas fisik. Mungkin ada banyak risiko hati Anda jika Anda menikmati salah jenis latihan.
Jika Anda seorang wanita, terapi penggantian hormon akan melakukan banyak hal baik kepada Anda. Terapi ini baik untuk perempuan yang sudah lewat masa menopause. Terapi ini biasanya dianjurkan untuk mereka yang memiliki risiko tinggi stroke dan serangan jantung. Fokus pada memiliki setidaknya enam porsi buah atau sayuran dalam sehari.
Dalam kasus ini, Anda menderita dari arteri karotis, dokter mungkin menyarankan anda untuk pergi untuk endarterektomi untuk menghilangkan lemak. Juga mencoba untuk mengontrol masalah medis dengan obat yang diresepkan oleh dokter Anda
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1943442-cara-mencegah-stroke/#ixzz1Y0zaZSd4

MANFAAT MINUM TEH

Apakah Anda suka minum teh? Atau minum teh sudah menjadi kebiasaan. Tau ngga, kalau minum teh ternyata memberikan banyak manfaat buat kesehatan kita. Berikut 8 Manfaat minum teh bagi kesehatan kita:
1. Antioksidan dalam teh dapat melindungi tubuh dari efek polusi dan penuaan dini
2. Mengandung sedikit kafein. 1/8 cangkir kopi mengandung 135 mg kafein, sementara 1 cangkir teh hanya mengandung 30-40 mg kafein sehingga tidak membuat sakit kepala atau susah tidur
3. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Teh membuat peredaran darah lancar dan bersih. Hasil studi di Belanda memperlihatkan, orang yang minum 2-3 cangkir teh hitam perhari memiliki sedikit resiko serangan jantung daripada yang tidak pernah minum teh.
4. Perkuat tulang. Ternyata bukan hanya kalsium susu yang membuat tulang anda kuat, orang yang rutin minum teh memiliki massa tulang lebih padat.
5. Putihkan Gigi. Anggapan teh bisa membuat gigi nampak kusam rupanya tidak benar, sebab ternyata teh mengandung fluoride untuk mengusir karang gigi. Lebih bagus lagi jika seusai menggosok gigi, anda berkumur dengan teh tanpa gula.
6. Cegah Infeksi. Kandungan teh bisa memperkuat sistem kekebalan dan menangkal serangan infeksi.
7. Atasi kanker. Zat antioksidan bernama polyphenols yang ada dalam teh dapat memerangi kanker.
8. Bebas kalori. Tanpa tambahan pemanis, gula atau susu, teh tetap bebas kalori.
Dengan begitu, teh bagus dikonsumsi bagi orang yang berdiet atau yang ingin mempertahankan berat badan. Coba konsumsi teh hijau sekitar 4 cangkir per hari. Itu dapat membakar lebih dari 80 kalori yang tertimbun di tubuh.
Sumber : http://premasai.wordpress.com/2007/10/22/8-manfaat-minum-teh/

Alhamdulillah…Izin Pembangunan Masjid di Athena Dikabulkan

Kamis, 08 September 2011 16:31 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA–Izin pembangunan Masjid yang tertahan bertahun-tahun, akhirnya dikabulkan juga.
Rabu (7/9) Kemarin, parlemen Yunani menyetujui pembangunan masjid baru di Athena guna memenuhi permintaan umat Islam. Persetujuan itu diteken setelah mendapat dukungan mayoritas parlemen.

Seperti dikutip Gulftimes, Kamis (8/9), Persetujuan rencana pembangunan Masjid berbarengan dengan pembahasan Rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur konstruksi ilegal. Sebuah aturan yang dikhawatirkan komunitas Muslim Yunani bakal menyulitkan saat membangun tempat peribadatan yang representatif.

Berbekal putusan parlemen, komunitas Muslim Athena segera merenovasi bangunan negara, sebuah pangkalan militer yang tidak terpakai. Kawasan ini masuk dalam distrik Elaionas, Athena.

Perlu diketahui, sebelum izin pembangunan Masjid dikabulkan, ribuan umat Islam yang berasal dari imigran negara-negara Arab, Afrika dan Asia Selatan tidak memiliki tempat ibadah yang layak dan ruang untuk pemakaman. Mereka telah mengajukan permohonan izin namun tidak direspon oleh pemerintah Yunani.Sebagai solusi, mereka menyewa sebuah flat dan gudang yang tidak terpakai sebagai sarana ibadah. Namun naas, mereka justru mendapatkan tekanan sekelompok masyarakat Yunani yang anti- Islam.

Yunani merupakan negara penganut Kristen Ortodoks yang tidak merujuk pada Katholik Roma. Ia berdiri sendiri selayaknya gereja Ortodoks lain di Eropa Timur. Perkembangan Islam di Yunani, bermula saat negara itu diduduki Turki Ottoman pada abad ke 19.

Seluruh jejak Islam diberantas oleh pemerintah Athena pada awal abad 19, ketika agama Kristen dipulihkan. Karena itu, tak heran izin pembangunan Masjid selalu berakhir dalam perdebatan birokrasi yang mencampur-adukan sentimen anti-agama.

Courtesy of Youtube

Photo by Google

Redaktur: Sadly Rachman
Reporter: Agung Sasongko

%d blogger menyukai ini: