Pati Bumi Mina Tani

Silaturahim & Piknik Keluarga

Hari itu tepatnya Jumat 19 Nopember, seluruh keluarga Pati berkumpul di rumah PTDI dalam rangka berangkat ke Bandung. Usai Sholat Ashar dengan menggunakan Biro Pariwisata Ikha Jaya, Bus Slamet yang terbaru bergerak dari depan Radio Pragola. Mbak Lely nama guide yang memimpin perjalanan ke kota kembang dengan Mas Dono sebagai Driver dan Pak Karnoto Kajar sebagai kernet.
Tanpa ada komando, para penumpang keluarga memilih tempat duduk. Bus memberikan fasilitas yang bagus, seat 2-2, TV ada tujuh buah, Music on the road, dengan mesin Mercy CH 126 Euro tiga, warna bus dominan hitam. Keren dan asyik.
Sampai di Jalanan, tepatnya depan Perum Jambu Bol, keluarga Lizam Sutrisno kami jemput. Suasana semakin ramai. Jok kembali terisi tatkala keluarga Om Cuk dari terminal kudus naik. Jihan tanpa bapaknya; Om Cuk dan Bulik Eko. tinggal satu keluarga lagi yang harus kami jemput, yaitu keluarga Semarang. Mereka telah siap di depan Masjid Panut dan lengkap sudah semua jok terisi. Berkaraokeria menggema kembali, terutama untuk lagu-lagu delloyids dan mercys – jadul. Bude Mamik aktif membawakan lagu-lagu tersebut. Alhamdulillah nampak riang dan menyenangkan.
Makan malam di Gringsing dan kemudian blashh….serrrr…kroook…tidur, pagi pukul empat sampai di RM Grafier Sariater Bandung. Anda bisa melihat gambar dan action mereka.

Sariater atau Ciater, di obyek wisata ini kami diberikan waktu dua jam dan pihak biro menanggung biaya masuk saja dan untuk menikmati obyek di dalamnya ditanggung masing-masing peserta.

Obyek Wisata Air Panas Ciater, bagi masyarakat Indonesia, apa lagi Jawa Barat dan Wilayah lain di Nusantara ini, sudah mengenalnya. Karena obyek wisata ini, selain dijadikan sebagai sarana rekreasi keluarga, obyek wisata air panas Ciater ini juga dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Pasalnya berdasar hasil penelitian serta analisa Balneologi, sumber air hangat mineral yang ada mengandung Calsium, Magnesium, Chloride, sulfat, Thermo, Mineral, serta Hypertherma dengan kadar aluminium yang tinggi yaitu 38,5 equiv persen, dan keasamannya juga sangat tinggi yaitu PH : 2,45.

Sementara suhu air panasnya yang berasal dari mata air sekitar 43 derajat Celsius – 46 Derajat Celsius. Sedangkan yang berada dalam kolam kadar temperaturnya mencapai 37 Derajat Celsius – 42 derajat celsius.Suhu air dinginnya bisa mencapai sekitar 8 – 10 Derajat Celsius. lokasi pemandian air panas ini berada di Desa Ciater, Kab. Subang, Jawa Barat, letaknya di lembah Ciater, ditengah perkebunan teh di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Suhunya juga tidak terlalu dingin, hanya sekitar 20 Derajat Celsius secara maksimal, minimalnya 16 Derajat Celsius. Dengan menempati areal seluas 30 Ha aktif, dan 40 Ha pasif.

Bagi masyarakat tidak asing lagi terhadap pusat wisata Air Panas Ciater tersebut. Untuk menuju lokasi dapat dilakukan semua arah, dari Bandung-Ciater dengan jarak tempuh 32 Km, Lembang-Ciater 15 Km, Kawah-Ciater 7 Km, Subang – Ciater 30 Km, Jakarta-Ciater melalui arah puncak 212 Km, Jakarta-Ciater melalui Tol Cikampek-Bekasi 185 Km. Konon khabarnya mata air panas Ciater tersebut berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Sari Ater.

Jarak dan waktu tempuh : berdasar waktu perjalanan kurang lebih 15 menit dari Rumah Makan Grafier

Tarif Masuk :
1. Tiket masuk obyek wisata Rp 14.000./Orang.
2. Tarif Kolam Pemandian atau kamar mandi Rp. 80.000/Orang.
3. Tarif Kolam Pemandian sederhana Rp. 20.000 – Rp. 55.000 untuk sekali mandi.

Fasilitas :
1. Bungalaw, 2. Hotel, 3. Villa, 4. Sarana permainan anak sampai dewasa, 5. Sarana olah raga, 6. Arum jeram, 7. Out bond, 8. Sarana berbelanja
9. Masjid, 10. Fasilitas resort Sari Ater Hot Spring Resort mempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai tipe, lengkap dengan fasilitas ruangannya, 11. Fasilitas olahraga dan adventure Tenis lapangan, basket, volley, put & put mini golf, wahana anak-anak, tea walk, paint ball games, gokart off road, dsb. 12. Fasilitas rekreasi Kolam rendam air panas, perahu dayung, lahan perkemahan, kolam pancing, picnic area kerajinan keramik, dsb. 13. Fasilitas restaurant dan bar 14. Fasilitas conference & banquet

Semua fasilitas sudah lengkap di areal seluas 70 Ha tersebut. Dengan segala kemudahan dan kenyamanan yang tersaji.

Obyek di Ciater meliputi:

Sari Ater Hot Spring Resort
Sari Ater Hot Spring Resort terletak pada kawasan pegunungan Subang, di kaki gunung Tangkuban Perahu tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Jalancagak Kab. Subang. Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Sari Ater. Sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata Sari Ater. Dengan luas areal 30 Ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater Hot Spring Resort banyak memberikan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga untuk menikmati keindahan alam. Fasilitas wisata yang diberikan kepada para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini diantaranya adalah:

* Fasilitas resort Sari Ater Hot Spring Resort mempunyai 103 kamar dan bungalow dengan berbagai tipe, lengkap dengan fasilitas ruangannya.
* Fasilitas olahraga dan adventure Tenis lapangan, basket, volley, put & put mini golf, wahana anak-anak, tea walk, paint ball games, gokart off road, dsb.
* Fasilitas rekreasi Kolam rendam air panas, perahu dayung, lahan perkemahan, kolam pancing, picnic area kerajinan keramik, dsb.
* Fasilitas restaurant dan bar
* Fasilitas conference & banquet

Ciater Spa
Ciater Spa adalah suatu tempat medical dan health centre yang juga memberikan fasilitas wisata sehingga pengunjung dapat melakukan pengobatan secara modern dan canggih untuk merehabilitasi berbagai penyakit sambil berekreasi bersama keluarga. Fasilitas rekreasi yang disediakan antara lain kolam rendam air panas, camping ground, berperahu pada danau buatan serta disediakan juga resort untuk beristirahat. Gracia dapat menjadi alternatif pilihan wisatawan untuk sekedar menikmati keindahan panorama Subang sambil melakukan kegiatan tea walk, jogging track dan berenang bersama keluarga.

Pusat Pacuan Kuda Ciater
Pusat Pacuan Kuda Ciater terletak dalam kawasan Ciater Highland Resort di tengah perkebunan teh yang menghampar luas. Merupakan salah satu pusat pacuan kuda yang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap bagi para penggemar olahraga berkuda. Fasilitas indoor dengan luas 7000 m2 dan outdoor untuk berlatih kuda juga istal beserta sarana penunjang lainnya yang dapat menampung lebih dari 800 ekor kuda adalah fasilitas yang tersedia disana. Para pengunjung dapat menikmati keindahan pesona alam perkebunan teh baik di dalam kawasan resort ataupun di luar kawasan resort sambil berkuda, cross country ataupun buggy trail adalah aktivitas yang patut dicoba. Selain berkuda, anda dan keluarga juga dapat melakukan kegiatan rekreasi lain dengan memanfaatkan fasilitas sport komplek yang telah dilengkapi dengan restaurant dan karaoke. Kolam renang dengan desain yang unik, tempat bermain anak, camping ground serta tea walk juga dapat dilakukan disana.

Jika hendak pulang, jangan lupa membeli buah nanas, buah kebanggaan Kota Subang, Jawa Barat. Buah nanas di sini penuh air dan manis. Atau sempatkan diri mencicipi sajian khas, sate dan sop kelinci, yang diperdagangkan di banyak warung makan. Sari Ater bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan umum.

Catatan khusus bagiku khususnya untuk: 1. Bulik Har, saking asyiknya menikmati air panas ternyata kulit pipi tidak tahan sehingga terjadi iritasi dan timbul warna merah; 2. Bu Susi sekeluarga + Danial dan Lizam menikmati arena balap motor gede, dan itu semua merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka. Alhamdulillah semuanya lancar dan nampak bahagia.

Perjalanan berikut adalah menuju ke Tangkuban Perahu yang jaraknya sangat dekat, kurang lebih sepuluh dengan kendaraan bus. berikut tentang Tangkuban Perahu.

Sejarah Tangkuban Perahu

Alkisah pada jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan di jawa barat yang dipimpin oleh seorang raja. Raja memiliki seorang putri yang sangat cantik yang bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi sangat pandai menenun, setiap hari dia akan menghabiskan waktu dengan menenun kain di sebuah pondok di pinggir hutan. Suatu hari, seperti biasa ketika Dayang sumbi sedang menenun kain, tiba-tiba segulung benang terjatuh dan berguling ke luar pondok. Tanpa sadar Dayang Sumbi berkata:

“Siapa pun yang mau mengambilkan benangku yang terjatuh, jika dia wanita akan kujadikan saudara, jika dia pria akan kujadikan dia suamiku.”
Seekor anjing hitam tiba-tiba muncul di hadapannya dengan membawa gulungan benang miliknya. Dayang sumbi terkejut, namun apa mau dikata, Dayang sumbi telah terlanjur berucap. Maka Dayang sumbi pun bersedia menikahi anjing tersebut. Ternyata anjing tersebut adalah titisan dewa. Begitu Dayang sumbi bersedia menikahinya, dia pun berubah wujud menjadi seorang pria yang sangat tampan. Mereka berdua merahasiakan kejadian ini pada baginda raja. Raja hanya tahu bahwa kemana pun Dayang sumbi pergi akan ditemani oleh seekor anjing hitam yang dipanggil Tumang.

Hingga suatu hari Dayang sumbi mengandung. Hal ini membuat istana geger dan membuat raja murka. Beliau murka karena Dayang sumbi hamil tanpa menikah. Karena sangat marah, raja lalu mengusir Dayang sumbi keluar dari istana. Maka Dayang sumbi dan si Tumang pun pergi dari istana dan tinggal di sebuah pondok di tepi hutan. Beberapa bulan kemudian Dayang Sumbi melahirkan seorang putra yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang tumbuh menjadi anak yang pandai. Setiap hari Sangkuriang pergi berburu Rusa atau burung dan menangkap ikan di sungai bersama Tumang.

Suatu ketika saat berburu, Sangkuriang melihat seekor kijang emas. Dia menyuruh Tumang mengejarnya. Anehnya Tumang yang biasanya menurut, kali ini tidak mau bergerak dari tempatnya meski Sangkuriang mengancamnya. Tak sengaja anak panah yang dipakai untuk mengancam Tumang terlepas dari busurnya dan mengenai Tumang hingga anjing itu tewas. Ketika sampai di pondok, Dayang sumbi yang sedang menanak nasi menanyakan keberadaan Tumang.
“Saya membunuhnya bu,” kata Sangkuriang.
Dayang sumbi sangat terkejut dan marah sehingga memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang sedang dipegangnya hingga berdarah. Sangkuriang berulang kali memohon ampun, namun Dayang sumbi malah mengusirnya. Sangkuriang pun pergi meninggalkan Dayang sumbi. Setelah sekian lama berjalan, Sangkuriang tak bisa lagi menahan rasa sakit di kepalanya, maka ia pun jatuh pingsan. Seorang pertapa menemukan Sangkuriang dan membawanya ke pertapaan. Dia merawat Sangkuriang sampai lukanya sembuh dan megajarinya ilmu bela diri dan kesaktian. Karena ketekunannya Sangkuriang berhasil menjadi seorang yang sakti dan bisa memanggil serta memerintah jin dan dedemit. Sayang, sangkuriang tidak bisa mengingat masa lalunya. Maka pertapa memanggilnya Jaka.

Sementara itu Dayang Sumbi menyesal telah mengusir Sangkuriang. Maka dia memohon kepada Dewa untuk mempertemukan mereka kembali. Dayang sumbi berdoa siang dan malam, hingga suatu hari Dewa berkenan mengabulkan permintaannya.
“Aku akan memberimu kecantikan abadi,” kata Dewa, “supaya wajahmu tidak berubah sampai kapanpun, dan anakmu akan mengenalimu saat kalian berjumpa.”

Setelah bertahun-tahun lamanya, Jaka berniat untuk mengembara dan mencari tahu masa lalunya. Maka pergilah ia kemana kakinya melangkah. Hingga akhirnya tibalah ia di sebuah pondok di tepi hutan. Di sana dia bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan Jaka terpesona. Ternyata wanita itu adalah Dayang Sumbi. Mereka pun berkenalan dan saling jatuh cinta.

Suatu hari Jaka hendak pergi berburu.
“Nyai, hari ini akang akan pergi berburu,” kata Jaka. “Maukah kau mengikatkan ikat kepalaku?”
“Baiklah kang,” kata Dayang Sumbi.
Maka jaka merendahkan tubuhnya supaya Dayang sumbi bisa mengikatkan ikat kepalanya. Tiba-tiba Dayang sumbi melihat bekas luka di kepala Jaka. Dia sangat kaget karena luka itu persis berada di tempat dia pernah memukul anaknya. Dayang sumbi mulai curiga bahwa Jaka tidak lain adalah Sangkuriang anaknya sendiri. Apalagi setelah diperhatikan Jaka sangat mirip dengan wajahnya sendiri. Maka Dayang Sumbi pun bertanya:
“Kenapa ada bekas luka di kepalamu, kang?”
“Akang juga tidak tahu,” kata Jaka. “Seingatku luka itu sudah ada sejak akang masih kecil. Akang memang tidak ingat masa lalu akang. Guruku berkata bahwa dia menemukanku sedang pingsan dan terluka parah.”

Mendengar hal itu Dayang sumbi semakin yakin bahwa Jaka adalah Sangkuriang. Maka ia pun berusaha meyakinkan Sangkuriang. Namun Sangkuriang tidak percaya. Menurutnya tidak mungkin wanita muda di hadapannya adalah ibunya yang sudah berpisah sekian lama. Karena Sangkuriang tetap tidak percaya dan dia tetap ingin menikahi Dayang Sumbi, maka Dayang Sumbi mengajukan persyaratan.
“Apapun persyaratannya aku pasti akan sanggup memenuhinya,” kata Sangkuriang.
“Kau harus bisa membuatkanku sebuah danau dan sebuah perahu tempat kita berbulan madu nanti,” kata Dayang Sumbi.
“Hanya itu?” tanya Sangkuriang. “Gampang sekali.”
“Ya, tapi sebelum fajar menyingsing kau harus sudah menyelesaikannya,” jelas Dayang Sumbi. “Baiklah!” kata Sangkuriang. “Kau akan melihatnya besok pagi.”

Malam harinya Sangkuriang memanggil Jin dan dedemit untuk membantunya. Tidak sulit bagi para makhluk gaib itu untuk melaksanakannya. Mereka dengan mudah menggali tanah dan menyusun batu-batu besar untuk membendung aliran air sehingga terbentuk sebuah danau. Lalu mereka mulai menebang hutan dan membuat perahu. Dayang Sumbi yang diam-diam mengintip pekerjaan Sangkuriang merasa was-was melihat sebentar lagi danau dan perahu tersebut akan selesai. Maka dia berlari ke desa terdekat untuk meminta pertolongan. Kemudian Dayang sumbi dan masyarakat di desa tersebut menggelar kain sutera merah di sebelah timur dan ramai bercengkrama sehingga membangunkan ayam-ayam yang lalu mulai berkokok seolah-olah hari telah pagi. Para Jin dan Dedemit yang melihat warna merah dan suara ayam berkokok mengira bahwa fajar akan segera terbit. Mereka ketakutan sehingga cepat-cepat melarikan diri meninggalkan perahu yang hampir jadi.

Sangkuriang sangat marah mengetahui dirinya telah tertipu. Maka dengan kekuatannya dia menendang perahu yang dibuatnya hingga perahu itu terbang dan jatuh terbalik. Sejak itu perahu itu berubah menjadi gunung yang sampai sekarang dikenal dengan Gunung Tangkuban Perahu. (Dalam bahasa Sunda Tangkuban Perahu artinya Perahu yang terbalik).

Jasa Wisata  Tangkuban Perahu

Wisatawan Domestik
Kendaraan Roda 2
Kendaraan Roda 4
Kendaraan Roda 6 

Foreign Touris
Motorcycles
Four Wheel Vehicles
Six Wheel Vehicles

Angkutan Umum
Publik Transport

: Rp. 13.000
: Rp. 5.000
: Rp. 10.000
: Rp. 20.000 

: Rp. 50.000
: Rp. 7.000
: Rp. 15.000
: Rp. 25.000

: Rp. 5.000
: Rp. 5.000

Panorama alam yang berada didaerah Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung, menyajikan pesona alam yang begitu mengagumkan. Tangkuban Perahu, merupakan salah satu gunung berapi yang berada di Jawa Barat, tepatnya di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Gunung yang terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Banyaknya letusan yang terjadi dalam 1.5 abad terakhirlah yang menyebabkan banyaknya kawah – kawah pada gunung Tangkuban Perahu. Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.

Pesona gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan, pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya itu, dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Propinsi Jawa Barat, khususnya Bandung. Setiap akhir pekan, kawasan Tangkuban Perahu selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin menyaksikan indahnya panorama gunung Tangkuban Perahu. Bahkan, pada suasana libur panjang, pangunjung yang datang ke lokasi wisata ini bisa mencapai ribuan setiap harinya.

Fasilitas dan Tarif Masuk

Toko Cinderamata, cafétaria dan pusat informasi (TIC), warung-warung souvenir, homestay, camping ground, area outbound, area parkir, area berkuda. Adapun tarif masuk ke lokasi obyek wisata Tangkubanparahu sebesar Rp 9.000. Untuk berkuda Rp 15.000, sedangkan tasbih besar Rp 10.000 dan yang paling menarik adalah cincin dengan aneka ragam kualitas batunya, harga berkisar Rp 40.000 hingga Rp 100.000. kalau dibandingkan dengan obyek wisata lain, yang jelas disini jauh lebih murah. So alangkah sayangnya kalau tak membeli sesuatu.

Biro bertanggungjawab untuk tiket naik angkutan, setiap peserta diberikan dua tiket warna putih untuk berangkat dan hijau untuk pulang ke terminal setempat.

Usai sudah klinong-klinong di Tangkuban Perahu dan bus melanjutkan perjalanan ke Pasar Baru untuk berbelanja. Karena kondisi jalanan yang super padat, maka kami diturunkan di jalanan menuju lokasi. Yuuk kita tengok dulu bagaimana sih sejarahnya Pasar baru yang heboh itu.

Pasar Baru, yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Bandung terletak di Pasar Baroeweg (Jln Oto Iskandardinata). Pasar ini dibangun sebagai pengganti pasar di daerah pecinan (dibangun tahun 1884). Pasar baru merupakan tempat menampung para pedagang dari pasar Tjigoeriang di belakang Kepatihan (yang dibangun tahun 1812). Para pedagang dari Tjigoeriang itu terpaksa berkeliaran setelah pasar mereka terbakar dalam huru-hara Munanda pada tanggal 30 Desember 1842.

Pasar baru dibangun pada tahun 1906 dan sudah dalam bentuk bangunan pasar yang permanen berupa jajaran toko-toko di bagian depan dan los-los psar di bagian belakangnya. Pada tahun 1930-an toko-toko sudah berjejer di sekitar Pasar Baru dengan bangunan permanen yang besar bahkan bertingkat. Pasar baru memperoleh predikat pasar terbersih dan tertata apik di Pulau Jawa pada tahun 1935. Pasar ini dibangun menjadi pasar berbentuk modern tanpa menghilangkan kesan tradisionalnya pada tahun 1970.

Pada tahun 2001, Pasar baru mulai dibangun ulang menjadi pusat pertokoan bertingkat yang serba ada. Konsepnya adalah pasar modern yang menjual berbagai barang dan tidak terbatas pada kebutuhan bahan pangan. Konsep pengaturan tempat berdagang yang dikatakan modern ini telah menghilangkan suasana dan nuansa pasar tradisional. Pasar Baru berkonsep modern diresmikan pada tanggal 21 Agustus 2003 oleh Walikota Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s