Pati Bumi Mina Tani

Teh Hijau

Kumur Teh Hijau Ampuh Usir Flu

Lifestyle + / Minggu, 9 Januari 2011 23:21 WIB

PERNAHKAH terpikir di benak Anda kaitan antara teh hijau dengan flu? Sebuah penelitian kecil di University of Shizuoka, Jepang, berhasil menemukannya. Ditunjukkan bahwa yang berkumur dengan teh hijau tiga kali sehari selama tiga bulan, jarang terserang flu ketimbang yang tidak sama sekali.

Seperti kita ketahui, green tea mengandung komponen catechin. Nah, si bahan itu dipercaya mampu mencegah infeksi.

Hasil studi ini memacu penelitian yang lebih besar untuk membuktikannya. Yaitu dengan melibatkan lebih dari 600 remaja. Kaum muda-mudi dijadikan relawan studi karena biasanya virus influenza lebih mudah dan cepat menyebar di kalangan pelajar.

Meski peneliti belum menemukan cara kerja catechin secara pasti namun mereka percaya hal ini berkaitan erat dengan efek anti virus yang terkandung dalamnya.

Dalam hal ini, berkumur dinilai jauh lebih efektif untuk menendang virus ketimbang minum, karena berkumur membuat virus ‘berhadapan’ dengan cairan green tea lebih lama dalam mulut, sehingga potensi mati lebih besar.

Efek Teh Hijau Terhadap Fungsi Kognitif

Green tea (teh hijau) merupakan teh non-fermentasi mengandung catechin lebih banyak dari pada black tea (teh hitam) ataupun oolong tea. Secara in-vitro dan in-vivo, cathecin terutama EGCG dengan potensi antioksidan yang kuat. Sebagai tambahan green tea juga mengandung vitamin dan mineral serta antioksidan yang cukup banyak pada teh jenis ini. Sudah sejak lama teh hijau ini digunakan sebagai minuman tradisional yang menyehatkan. Data terbaru dari studi pada manusia menujukkan, green tea mungkin berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler serta

beberapa bentuk kanker. Green tea juga digunakan untuk kesehatan rongga mulut dan juga fungsi-fungsi fisiologis lainnya seperti efek antihipertensi, untuk mengontrol berat badan, aktivitas antibakterial dan antiviral, proteksi terhadap sinar ultraviolet, peningkatan densitas mineral tulang, potensi antifibrosis, dan sebagai sebagai neuroprotektor. Namun konsumsi teh berlebihan adalah lebih disebabkan oleh: (i) adanya kandungan kafein, (ii) adanya kandungan aluminium, (iii) pengaruh polifenol terhadap absorpsi zat besi dalam saluran cerna yang mungkin memberikan efek yang kurang baik bagi beberapa orang.

Salah satu manfaat green tea sebagai neuroprotektor adalah manfaat green tea terhadap fungsi kognitif. Studi pada hewan coba menunjukkan bahwa polifenol yang terkandung di dalam teh (termasuk cathecin dan derivatnya) khususnya dari green tea diperkirakan mempunyai potensi sebagai neuroprotektor yang kuat yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki penyakit-penyakit neurodegeneratif seperi demensia. Cathecin dari geen tea khususnya EGCG merupakan radical scavenger yang mempunyai spektrum mekanisme tingkat seluler yang sangat luas sebagai neuroprotektor ataupun aktivitas sebagai neurorescue. Namun apakah data-data konsumsi green tea tersebut secara klinis memberikan kemaknaan khususnya dalam hal demensia dan penurunan fungsi kognitif pada manusia ?

Suatu studi cross-sectional yang bertujuan untuk menilai manfaat konsumsi green tea pada usia lanjut dalam hal fungsi kognitif telah dilakukan di Jepang. Studi ini melibatkan sebanyak 1003 subyek dengan usia >70 tahun, yang melengkapi quisioner yang digunakan untuk menilai termasuk  berapa jumlah konsumsi green tea  per harinya. Sedangkan fungsi kognitif dinilai dengan MMSE (Mini –  Mental State Examination). Dari stusi cross-scetional tersebut diperoleh hasil bahwa, konsumsi teh khususnya green tea yang tinggi berhubungan dengan rendahnya prevalensi kemunduran ataupun penurunan fungsi kognitif.

ORS (Odds Ratio) penurunan fungsi kognitif berhubungan dengan jumlah green tea yang dikonsumsi dimana 3 cangkir per minggu sebagai referensi, maka ORS  masing-masing untuk 4 – 6 cangkir perminggu (1 cangkir per hari), dan 2 cangkir per hari adalah sebesar  0.62 (95% CI: 0.33, 1.19) dan 0.46 (95% CI: 0.30, 0.72) dengan kecenderungan  p =0,0006.

Kesimpulan yang disampaikan dari hasil studi disebutkan bahwa konsumsi green tea dengan jumlah yang tinggi berhubungan dengan rendahnya prevalensi penurunan fungsi kognitif pada lanjut usia.

Teh Hijau Sebagai Kemoterapi Kanker !

Hasil penelitian selama 20 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa senyawa polifenol yang terdapat di dalam teh mampu mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung koroner. 

Seduhan air daun teh (Camellia sinensis), telah dikonsumsi manusia sejak dahulu kala. Teh mengandung banyak senyawa, termasuk campuran berbagai senyawa polifenol yang diyakini memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah berbagai penyakit.

Sesudah air, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah kira-kira 120 ml per kapita per hari. Ada dua bentuk produk daun teh yang siap untuk dikonsumsi, yakni teh hitam dan teh hijau. Teh hitam paling banyak dikonsumsi (80 persen) sedangkan teh hijau berkisar 20 persen saja.

Teh hitam biasanya dikonsumsi di negara-negara barat dan di beberapa negara Asia, sedangkan teh hijau terutama dikonsumsi di Cina, Jepang, India dan beberapa negara di Afrika Utara dan Timur Tengah. Teh hitam diolah dengan cara yang berbeda dari teh hijau, sehingga kandungan kimianya berbeda pula.

Beda pengolahan

Pengolahan teh hijau dimulai dengan pemetikan daun teh hijau dan secepat mungkin dipanaskan dengan uap untuk menonaktifkan enzim. Dengan demikian proses fermentasi (peragian) dapat dicegah, kemudian dikeringkan. Teh hijau mengandung epikatekin sebagai komponen polifenol utama, yang memiliki aroma dan karakteristik dari teh hijau.

Sedangkan teh hitam pengolahannya dimulai dengan membiarkan daun teh segar yang telah dipetik menjadi layu, sampai mencapai kadar air sekitar 55 persen dibandingkan dengan kadar air di dalam daun segar, sehingga terjadi pemekatan dari polifenol di dalam daun teh.

Daun yang telah dilayukan kemudian digulung dan diremukkan, untuk memulai proses fermentasi dari senyawa-senyawa polifenol. Proses ini akan memungkinkan terjadinya reaksi oksidasi dari polifenol secara enzimatik oleh enzim polifenoloksidase.

Selama proses fermentasi, katekin diubah menjadi theaflavin dan thearubigin. Komposisi kimia dari teh hijau sama dengan daun teh segar. Teh hijau mengandung senyawa-senyawa polifenol yang terdiri dari flavonol, flavandiol, flavonoida dan asam-asam fenolat yang diperkirakan 30 persen dari berat kering daun teh hijau.

Umumnya senyawa polifenol di dalam teh hijau adalah kelompok flavonol yang dikenal sebagai katekin yang terdiri dari epikatekin, epikatekin-3-gallat, epigallokatekin dan epigallokatekin-3-gallat (EGKG). Di dalam teh hitam, polifenol utama adalah theaflavin dan theatrubigin.

Unggul teh hijau

Polifenol teh hijau jauh lebih berperan untuk mencegah terjadinya kanker dibandingkan polifenol teh hitam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada binatang percobaan polifenol teh terutama mencegah terjadinya kanker yang ditimbulkan oleh zat-zat kimia (karsinogen) dan kanker kulit karena radiasi sinar ultraviolet.

Penyakit kanker karena zat-zat kimia dapat dicegah dengan mengkonsumsi the. Kanker tersebut meliputi kanker paru-paru, lambung, kerongkongan, usus duabelas jari, pankreas, hati, payudara, usus besar dan kulit.

Relevansi informasi hasil percobaan pada hewan ini terhadap kesehatan manusia, dapat dikonfirmasi melalui observasi epidemiologis, terutama pada penduduk yang tinggi risiko penyakit kankernya.

Umumnya sifat protektif teh hijau terhadap kanker diperankan oleh polifenol utama di dalam teh hijau, yakni EGKG. Di Amerika, ekstrak teh hijau sudah ada yang dimasukkan ke dalam berbagai produk seperti shampo, krim, minuman, kosmetik, es krim dan lain-lain yang tersedia di grosir dan apotik-apotik.

Konsumsi teh hijau juga dapat mencegah terjadinya kanker melalui peningkatan efek penghambatan tumor dari doxorubicin pada binatang percobaan. Pemberian teh hijau akan menaikkan konsentrasi doxorubicin hanya di dalam jaringan tumor, tetapi tidak di dalam jaringan normal.

Polifenol teh hijau umumnya juga akan meningkatkan aktivitas enzim-enzim yang berperan dalam proses detoksifikasi, seperti glutation-S-transferase (GST), yang berfungsi untuk menonaktifkan karsinogen dan mengeluarkannya dari tubuh. Jika fakta ini dapat dibuktikan pada manusia, maka teh hijau mempunyai prospek yang baik sebagai kemoterapi kanker.

Sumber: DR. Jansen Silalahi, staf pengajar Jurusan Farmasi FMIPA USU Medan (Gaya Hidup Sehat)

Komponen atau zat aktif yag ditemukan di dalam teh hijau disinyalir dapat menangkal kerusakan saraf akibat gangguan napas yang terjadi pada mereka yang mengalami gangguan tidur (disorder sleep apnea). Demikian sebuah penelitian atas hewan.

Para ilmuwan menemukan bahwa saat mereka menambahkan antioksidan yang terkandung dalam teh hijau pada minuman yang diberikan ke tikus percobaan tampak kandungan zat kimia ini melindungi otak binatang-binatang ini saat kekurangan oksigen yang didesain mirip dengan gejala yang terjadi akibat efek obstructive sleep apnea (OSA) atau gangguan tidur.

Temuan ini mengisyaratkan bahwa komponen dalam teh hijau selayaknya diperhitungkan untuk diteliti lebih lanjut karena berpotensi sebagai terapi untuk gangguan tidur ini (OSA), demikian dilaporkan para ilmuwan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

OSA merupakan gangguan sementara yang terjadi di jaringan lunak tenggorokan. Gangguan  ini menyebabkan terhalangnya jalur pernapasan selama tidur. Akibatnya, terjadilah henti napas sebentar selama beberapa kali sepanjang tidur malam.

Gejala yang segera tampak biasanya suara ngorok yang keras yang berlangsung kronis dan napas terengah-engah dan terjadi tak hanya saat tidur malam, tetapi juga saat tidur siang. Bila tak tertangani dengan baik, OSA dapat menyebabkan gangguan di seluruh tubuh, seperti meningkatnya tekanan darah. Lebih dari itu, kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat memunculkan gangguan memori. Demikian diungkapkan Dr David Gozal dan koleganya di University of Louisville School of Medicine di Kentucky.

Namun, ternyata, menurut David, komponen dalam teh hijau yang disebut catechin polyphenols ternyata dapat melindungi otak dari kekurangan oksigen. Catechin polyphenols bertindak sebagai antioksidan. Artinya, unsur ini membantu menetralisasi partikel-partikel sel yang rusak akibat radikal bebas. Radikal bebas hasil sampingan metabolisme yang bila berlebihan menyebabkan stres oksidatif.

Kekurangan oksigen juga menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang mengakibatkan gangguan kognitif pada mereka yang mengalami gangguan tidur.

Gozal dan koleganya menemukan bahwa saat tikus-tikus itu mengalami krisis karena kurang oksigen selama lebih dari 14 hari pertanda bahwa stres oksidatif sedang terjadi di otak, otak terlindungi dan tidak mengalami penurunan fungsi secara berarti akibat air teh hijau yang mengandung polyphenols yang diberikan. Sementara tikus yang tidak diberi teh hijau kondisinya kebalikannya.

Secara teoretis, Gozal mengungkapkan bahwa asupan teh hijau secara teratur merupakan perawatan standar yang dapat digunakan untuk menangani OSA. “Meski begitu,” katanya, “bukti jelas bahwa teh hijau dapat menolong gangguan OSA mesti diujikan lebih lanjut dengan mencobakannya pada manusia.”
Teh hijau merupakan nama dari salah satu jenis tanaman teh yang dipetik serta mengalami proses pemanasan untuk pencegah oksidasi, nama ilmiah dari teh hijau adalah Camellia Sinensis. teh hijau adalah salah satu minuman terpopuler di negara Asia tenggara, Taiwan, Tiongkok, Hongkong, Jepang, Timur tengah, serta wilayah-wilayah di negara barat (yang dulunya adalah peminum teh hitam) juga telah meminum teh hijau

Mungkin hampir semua orang telah tau, bahwa teh hijau bukanlah teh biasa, teh hijau telah terkenal memiliki ribuan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di bawah ini adalah informasi manfaat teh hijau bagi kesehatan tubuh kita.Manfaat teh hijau dapat Mencegah risiko terjadinya penyakit kanker. Kandungan Polyphenol yang terdapat dalam teh hijau adalah antioksidan paling potensial. Antioktisan ini dapat mencegah penyebaran serta pertumbuhan sel kanker dalam darah. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang minum teh hijau secara berkala dapat mengurangi risiko kanker payudara, perut, usus, ataupun penyakit kanker prostat.
manfaat teh hijau
teh hijau dapat Menyejukkan kulit. Teh hijau merupakan antiseptik alami untuk mengatasi gatal dan bengkak-bengkak. Caranya adalah letakkan sejumput teh hijau pada kulit yang sedang mengalami ganggaun seperti radang, terbakar sinar matahari, noda kehitaman.
teh hijau dapat Melindungi kulit. Pada sebuah percobaan, teh hijau diaplikasikan langsung pada kulit atau dikonsumsi bisa melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari penyebab kanker kulit. .
teh hijau dapat Menstabilkan tekanan darah kita. tekanan darah yang sehat adalah berada di angka 120/80. untuk dapat pada posisi itu bagi orang tertentu terkadang mudah dan terkadang juga sulit, tekanan darah memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Bagi mereka yang mengkonsumsi satu gelas teh hijau setiap hari, mereka hampir lima puluh persennya jarang terkena tekanan darah tinggi dibanding mereka yang tidak pernah meminumnya. Kandungan teh yang membantu menyetabilkan tekanan darah adalah polyphenol. Polyphenol dapat menjaga pembuluh darah agar tidak mengecil dan peningkatan tekanan.
teh hijau dapat Menjaga daya ingat. Teh hijau ternyata bisa menjaga penurunan fungsi otak. Bagi Mereka yang meminum dua gelas teh hijau sehari dapat terhindar dari masalah di atas dibanding mereka yang jarang meminum teh hijau. Teh hijau ini mengandung antioksidan tinggi yang dapat melawan radikal bebas yang menyerang otak, yang menyenyebabkan penyakit Alzheimer dan Parkinson.
teh hijau dapat membuat terlihat muda. Semakin sehat arteri, semakin terlihat muda dan sehat Anda yang mengkonsumsinya. Setidaknya10 ons teh hijau yang dikonsumsi setiap hari, bisa mengabsorbsi arteri dari kelebihan lemak dan kolesterol.
teh hijau dapat Mengurangi berat badan. Dengan meminum teh hijau bisa membantu tubuh kita dalam proses pembakaran kalori.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Teh_hijau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s